Rabu, 18 Januari 2017

Penjelasan pada layer

  1. Layer Blending Option, digunakan untuk mengatur tampilan pixel-pixel layer terhadap layer yang posisinya berada di bawahnya.
  2. Image Adjustment Layer, menunjukkan gambar/thumbnail layer yang merupakan pengaturan warna.
  3. Layer Thumbnail, tampilan gambar kecil dari gambar yang sedang dikerjakan. Jika gambar aslinya adalah sebuah teks maka layer thumbnailnya adalah sebuah huruf T.
  4. Layer Mask Thumbnail, tampilan gambar yang sedang dikerjakan dalam mode grayscale channel.
  5. Indicates Layer Visibility, digunakan untuk mengatur tampil atau tidaknya sebuah layer.
  6. Link, digunakan untuk mengelompokkan dua atau lebih layer / layer group.
  7. Add a Layer Style, digunakan untuk membuat layer style atau blending options, fungsinya sama dengan menu yang ada di Menu Layer > Layer Style.
  8. Add Layer/Vector Mask, digunakan untuk melindungi seluruh atau sebagian layer gambar dari proses pengeditan.
  9. Create New Fill or Adjustment Layer, digunakan untuk mengubah warna. Fungsinya sama dengan menu Edit > Fill dan Menu Image > Adjusments.
  10. Create a New Group, digunakan untuk membuat layer group.
  11. Create a New Layer, digunakan untuk membuat layer baru yang kosong.
  12. Delete Layer, digunakan untuk menghapus layer atau dapat juga dilakukan dengan cara mengaktifkan layer yang akan dihapus kemudian tekan tombol Delete pada keyboard.
  13. Palet Menu, digunakan untuk menampilkan pilihan menu palet.
  14. Opacity, untuk mengatur tingkat transparansi layer. Semakin kecil nilai opacity, maka gambar akan semakin transparan.
  15. Fill, fungsinya sama seperti opacity, yaitu untuk mengatur transparansi layer, namun fill tidak mengatur bagian yang merupakan layer style.
  16. Indicates Layer Effects, icon fx ini berfungsi menunjukkan bahwa layer ini terdapat efek layer style, sedang panah kecil di sebelahnya digunakan untuk menampilkan atau tidaknya detail dari layer style.
  17. Lock Layer, menunjukkan bahwa layer dalam keadaan terkunci. Untuk membukanya dilakukan dengan cara double klik pada layer “background”  kemudian klik OK.

Layer

Layer adalah lapisan transparan yang saling bertumpuk antara satu lapisan dengan lapisan yang lain sehingga membentuk sebuah gambar baru. Setiap layer mempunyai objek-objek sendiri sehingga meskipun terlihat saling bertumpuk, tetapi objek-objeknya tidak mengganggu satu sama lain.


Untuk dapat merubah atau menambah objek dengan memakai palet layer cukup dengan tekan Add a layer style, Add layer mask,create a new set, create new fill or adjustment layer,create a new layer dan delete layer 

Tool photoshop

Title Bar :
Adalah jendela yang berisi informasi program yang sedang dijalankan. Tittle Bar dapat dipindahkan dengan cara meng-kliknya dua kali dan menggesernya ke posisi yang diinginkan.

Menu Bar :
Berisi perintah utama seperti membuka file, menyimpan file, mengubah ukuran gambar, filter dan lain-lain.
  • File
Isi menu File meliputi New, Open, Browse, Open As, Open As Smart Object, OpenRecent, DeviceCentral, Close, Close All, Close and Go To Bridge, Save, Save As, Check In, Save for Web & Devices, Revert, Place, Import, Export, Automate, Scripts, File Info, Page Setup, Print, Print One Copy, dan Exit.
Menu File dapat digunakan untuk membuat dokumen baru, membuka dokumen, dan menyimpan dokumen. Submenu Import digunakan untuk memasukkan gambar dari scanner (mesin pemindai). Gambar yang telah masuk kemudian dapat diolah menjadi dokumen grafis. Submenu Print dapat digunakan untuk mencetak dokumen dari halaman Adobe Photoshop CS3.
  • Edit
Menu Edit memuat submenu Redo Paste, Step Forward, Step Backward, Fade, Cut, Copy, Copy Merged, Paste, Paste Into, Clear, Check Spelling, Find and Replace Text, Fill, Stroke, Free Transform, Transform, Auto-Align Layers, Auto-Blend Layers, Define Brush Preset, Define Pattern, Define Custom Shape, Purge, Adobe PDF Presets, Preset Manager, Color Settings, Assign Profile, Convert to Profile, Keyboard Shortcuts, Menus, dan Preference.
Menu Edit dapat digunakan untuk menyalin atau menggandakan objek, menghapus objek, hingga memutar objek.


  • Image
Menu Image memuat submenu Mode, Adjustments, Duplicate, Apply Image, Calculations, Image Size, Pixel Aspect Ratio, Rotate Canvas, Crop, Trim, Reveal All, Variables, Apply Data Set, dan Trap.
Menu Image dapat digunakan untuk mengatur format gambar, mengatur ukuran gambar, hingga memutar kanvas (bidang gambar).
  • Layer
Menu Layer digunakan untuk memberi efek misalnya efek bayangan, efek ketebalan, hingga efek ”nyala” pada suatu objek.
Menu Layer memuat submenu New, Duplicate Layer, Delete, Layer Properties, Layer Style, Smart Filter, New Fill Layer, New Adjustment Layer, Change Layer Content Options, Layer Mask, Vector Mask, Create Clipping Mask, Smart Objects, Type, Rasterize, New Layer Based Slice, Group Layers, Ungroup Layers, Hide Layers, Arrange, Align, Distribute, Lock All Layers in Group, Link Layers, Select Linked Layers, Merge Layers, Merge Visible, Flatten Image, dan Matting.
Submenu Layer Style digunakan untuk membuat efek-efek tertentu pada layer. Sebagai contoh, efek Drop Shadows digunakan agar objek pada suatu layer memiliki bayangan. Efek Bevel and Emboss digunakan agar suatu objek pada layer terlihat memiliki ketebalan.
  • Select
Menu Select memuat submenu All, Deselect, Reselect, Inverse, All Layers, Deselect Layers, Similar Layers, Color Range, Refine Edge, Modify, Grow, Similar, Transform Selection, Load Selection, dan Save Selection.
Secara umum, menu Select digunakan menyeleksi atau memilih objek dan layer. Selain itu, menu ini digunakan untuk membatasi wilayah objek yang diseleksi.
  • Filter
Menu Filter memuat dua puluh satu submenu, yaitu Last Filter, Convert for Smart Filters, Extract, Filter Gallery, Liquify, PatternMaker, VanishingPoint, Artistic, Blur, Brush Strokes, Distort, Noise, Pixelate, Render, Sharpen, Sketch, Stylize, Texture, Video, Other, dan Digimarc.
Salah satu submenu dari menu Filter yang sering digunakan adalah Blur. Submenu Blur digunakan untuk memberikan efek kabur pada suatu objek. Efek kabur membuat tampilan objek menjadi lebih halus.
  • View
Submenu yang termuat dalam menu View yaitu Proof Setup, Proof Colors, Gamut Warning, Pixel Aspect Ratio Correction, 32-bit Preview Options, Zoom In, Zoom Out, Fit on Screen, Actual Pixels, Print Size, Screen Mode, Extras, Show, Rulers, Snap, Snap To, Lock Guides, Clear Guides, New Guide, Lock Slices, dan Clear Slices.
Salah satu manfaat menu View adalah memperbesar dan memperkecil tampilan objek. Hal ini berguna saat sedang dilakukan pengolahan objek tersebut.
  • Window
Menu Window memuat submenu Arrange, Workspace, Actions, Animation, Brushes, Channels, Character, CloneSource, Color, Histogram, History, Info, Layer Comps, Layers, Navigator, Options, Paragraph, Paths, Styles, Swatches, Tool Presets, dan Tools.
Menu Windows memuat aneka peralatan Adobe Photoshop CS3. Dengan memilih submenu tertentu, peralatan-peralatan tersebut dapat diaktifkan atau tidak diaktifkan. Suatu peralatan yang tidak diaktifkan dapat memperlega tampilan Adobe Photoshop CS3
  • Help
Menu Help memuat submenu Photoshop Help, About Photoshop, About Plug-In, Patent and Legal Notices, System Info, Registration, Download e-License, Return e-License, Updates, Photoshop Online, How to Create Web Images, How to Customize and Automate, How to Paint and Draw, How to Prepare Art for Other Applications, How to Print Photos, How to Work with Color, How to Work with Layers and
Selections, How to Work with Type, dan How to Create How Tos.


Option Bar :

Berisi pilihan pengaturan dari tool yang dipilih. Setiap tool mempunyai tool option yang berbeda-beda. Misalnya dipilih brush, maka ukuran/diameter juga opacity brush ada disini. 

Mengenal Dasar Photoshop

Photoshop adalah salah satu perangkat lunak yang dikhususkan untuk pengeditan foto/gambar dan pembuatan efek, yang sangat baik untuk membuat desain grafis dalam bentuk bitmap. Photoshop menyediakan tool-tool yang terintegrasi dan tertata secara praktis untuk menciptakan dan menghasilkan karya dalam bentuk vektor dan teks. Bentuk grafik yang berdasarkan vektor dan teks bisa ditransfer menjadi image yang berdasarkan pixel untuk mendapatkan efek desain yang lebih sempurna.

Secara garis besar, area kerja default photoshop CS3 terbagi terbagi menjadi beberapa komponen utama yaitu sebagai berikut :

Prinsip-prinsip Desain

Untuk menghasilkan desain yang berkualitas diperlukan pertimbangan dalam mengorganisasikan elemen-elemen grafis sesuai dengan prinsip-prinsip desain secara tepat. Menurut Stephen McElroy, ciri desain yang kreatif adalah dapat menarik perhatian pembaca, tulisan di dalamnya mudah dibaca dan dimengerti, informasi tulisan dilengkapi dengan informasi visual, dapat mengangkat intisari tulisan tersebut dan dapat menceritakan suasana setempat dan perasaan orang yang bersangkutan.
Beberapa pendapat mengenai prinsip-prinsip desain pada dasarnya tidak jauh berbeda satu sama lain. Yang terpenting adalah bahwa jika prinsip diikuti secara ketat dan detail maka peluang untuk menghasilkan karya grafis yang berkualitas akan semakin besar.
Prinsip-prinsip desain menurut Stephen McElroy adalah :
  1. Keseimbangan, artinya halaman harus tampil seimbang dan harmonis.     
  2. Penekanan, memberi pengertian bahwa tidak semua unsur grafis adalah sama pentingnya dan perhatian pembaca harus difokuskan pada titik fokus.
  3. Irama, artinya pola yang diciptakan dengan mengulangi dan membuat variasi dari unsur grafis yang ada dan menggunakan ruangan diantaranya untuk memberikan kesan gerak.
  4. Kesatuan, mengandung pengertian semua bagian dari unsur grafis bersatu pada dan serasi sehingga pembaca memahaminya sebagai suatu kesatuan.


Sedangkan menurut Atisah Sipahelut (1991), lima prinsip desain yaitu :
  1. Kesederhanaan, artinya apa yang disajikan adalah apa yang paling penting atau prinsipil sehingga tidak tidak terkesan berlebih.
  2. Keselarasan, artinya ada kesesuaian antara bagian yang satu dengan lainnya.
  3. Irama, mengandung arti adanya keselarasan yang baik dan dapat menimbulkan kesan gerak gemulai dari bagian unsur yang satu kepada unsur yang lain dalam suatu susunan komposisi.
  4. Kesatupaduan, artinya karya dapat menghasilkan sebuah karya yang padu.
  5. Keseimbangan, merupakan prinsip penting sebagai sentuhan akhir (finishing touch) yang memerlukan kepekaan perasaan dalam pembuatan komposisi.

Prinsip-prinsip desain menurut Artini adalah :
  1. Keseimbangan, merupakan prinsip mendasar dari komposisi yang mudah diidentifikasi dan terlihat jelas. Keseimbangan memberikan kesan keteraturan.
Berbagai cara untuk mendapatkan keseimbangan :

a.    Keseimbangan Simetris : objek-objek yang disusun di sebelah kiri dan sebelah kanan sumbu sama dalam bentuk, ukuran, bangun, dan letaknya.
b.    Keseimbangan Asimetris : diperoleh jika bentuk, bangun, garis, ukuran, volume diletakkan sedemikian rupa sehingga tidak mengikuti aturan keseimbangan simetris. Keseimbangan asimetris banyak dipergunakan untuk desain modern atau kontemporer.
c.    Keseimbangan horizontal : keseimbangan yang diperoleh dengan menjaga keseimbangan antara bagian bawah dan bagian atas.
  1. Keserasian
Suatu usaha untuk menyusun berbagai macam bentuk, bangun, warna, tekstur, dan elemen-elemen lain dalam satu komposisi yang utuh agar nikmat dipandang. Serasi atau harmoni bisa dicapai dengan kesamaan arah, kesamaan bentuk dan bangun meskipun berbeda ukuran ataupun dengan tekstur yang bersifat sama. Keserasian bisa dicapai dengan berbagai variasi  agar tidak membosankan.
  1. Proporsi
Adalah perbandingan antara satu bagian objek dengan objek lain atau dengan keseluruhannya. Proporsi berbeda dengan skala. Proporsi sangat terkait dengan objek lain yang telah diketahui sebelumnya. Misalnya ukuran gambar yang serasi untuk newsletterjelas kurang proporsional untuk baliho.
  1. Skala
Merupakan ukuran relatif dari suatu objek yang akan terlihat setelah dibandingkan dengan objek lainnya. Penggunaan skala dapat menciptakan keserasian dan kesatuan objek dalam desain. Skala biasanya dinyatakan dengan ukuran panjang dan lebar. Elemen-elemen yang digunakan memiliki hubungan dalam skala secara konsisten. Penerapan skala dengan peralatan komputer lebih mudah dilakukan, yaitu dengan memberikan garis bantu (grid). Objek maupun badan manusia dapat juga digunakan untuk skala, misalnya kaki, depa, hasta, dan lain-lain.
  1. Irama  atau Ritme

Terkait dengan kesan gerak yang ditimbulkan oleh pengulangan elemen. Di dalam pengulangannya desainer dapat memberikan akses atau penekanan tertentu. Ritme yang baik dapat memberikan kesan gerakan yang lembut dan berkesinambungan. Irama mampu mengarahkan perhatian dari bagian yang satu ke bagian yang lain. Irama dapat sederhana, namun dapat juga sangat kompleks.

WARNA

Warna bisa mewakili emosi dari karya tersebut sehingga pesan dari karya tersebut bisa lebih mudah diterima oleh audience. Warna juga dapat digunakan untuk menyorot elemen penting dan utama seperti subheads, member sinyal di mana pembaca untuk melihat terlebih dahulu dan memprovokasi emosi.

Warna ditimbulkan oleh perbedaan kualitas cahaya yang direfleksikan atau dipancarkan oleh obyek. Pada saat kita melihat warna, sebenarnya kita melihat gelombang cahaya yang dipantulkan atau dipancarkan oleh obyek yang kita lihat.
(Wartmann, 2004).
Sama seperti bentuk, warna memberikan kesan pesan yang lebih sangat mendalam. Warna merah misalnya mengesankan semangat, kegairahan, dan panas api. Atau warna ungu mengesankan kepucatan, layu dan tidak semangat. Kombinasi antar warna memberikan kesan visual yang bervariasi yang tentu saja berdampak pada kerja desain grafis. Seperti jelas pakar desain grafis David Dabner dalam Design and Layout: Understanding and Using Graphics, warna yang dipilih menimbulkan efek yang luar biasa pada kesan desain dan cara orang meresponnya (feedback). Sedangkan sebuah obyek terlihat bersinar karena memantulkan cahaya ke mata. Obyek akan terlihat transparan karena cahaya menembus permukaannya, menyentuh obyek di belakangnya dan dipantulkan kembali ke permukaan.

RUANG atau SPACE

Ruang adalah jarak antara atau daerah atau sekitar sesuatu. Memisahkan ruang
atau unifies, highlight, dan memberikan mata visual istirahat.
Ruang dapat digunakan untuk:
  • Memberikan mata visual istirahat
  • Membuat hubungan antara unsur-unsur
  • Sorot salah satu elemen
  • Menaruh banyak spasi sekitar yang penting untuk memanggil perhatian kepadanya
  • Membuat layout mudah untuk mengikuti
  • Membuat tipe dibaca mungkin
Ruang terjadi karena adanya persepsi mengenai kedalaman sehingga terasa jauh dan dekat, tinggi dan rendah, tampak melalui indra penglihatan. Elemen ini dalam desain grafis koran misalnya digunakan sebagai elemen ruang bernafas bagi mata pembaca. Hal ini dimaksudkan agar tidak terlalu lelah membaca teks yang terlalu panjang. Dan ruang kosong memberikan penegasan pemisah antar kolom teks koran. Selain itu memberikan kesan desain yang lapang dan rapi. Hal ini diistilahkan dengan white space(ruang kosong). Ruang kosong berarti ketidak beradaan teks ataupun gambar. Benar – benar kosong, dan bukan berarti tempat yang terbuang dan sia – sia. Ruang kosong itu adalah bahasa tersendiri dari desain yang dibuat.

Penerapan ruang kosong di halaman tabloid.

5 Youtuber Gamer Indonesia

  1. Ria Ricis Channel Youtube Ria Ricis merupakan channel Youtube dengan subscriber terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 28,7 juta subscr...