Selasa, 04 Oktober 2016

RENAISSANCE,GOTHIC,ANGKA ARAB,CAROLINGIAN MINUSCULE SCRIPTS

CAROLINGIAN MINUSCULE SCRIPTS
Di sekitar abad ke-7, ketika Charlemagne berkuasa menjadi pemimpin di sentral Eropa, ia banyak menatuh perhatian pada bidang pendidikan dan kesenian. Konon, Charlemagne tidak dapat membaca dan menulis, namun lewat gagasannya dibangun sebuah sekolah di istananya dimana diajarkan cara menyalin dan memproduksi naskah-naskah yang kelak menjadi sumber lahirnya kembali ilmu pengetahuan dan kesenian.
Pada masa itu, para penyalin huruf memiliki kualitas keterampilan yang sangat buruk. Banyak sekali naskah yang sulit dibaca. Untuk menanggulangi permasalahan ini, Charlemagne mengangkat Alcuin of York, seorang budayawan dari Inggris sebagai penasihatnya untuk menangani pengadaan buku-buku serta pembuatan huruf. Alcuin menciptakan suatu standardisasi untuk desain tata letak serta gaya huruf baru yang kemudian dikenal dengan nama Carolingian Minuscule Scripts. Huruf ini merupakan pionir dari bentuk huruf kecil kontemporer yang digunakan sekarang. Carolingian Minuscule Scripts memiliki beberapa ligatures, ascender, dan descender serta mudah dibaca walaupun ditulis dalam ukuran huruf yang kecil.

ANGKA ARAB
Bangsa Romawi menulis angka dengan simbol dari huruf capital mereka, seperti I, V, X, L, C, D, dan M. Di sekitar abad ke-7 bangsa Arab mendominasi kepiawaian dalam ilmu matematik. Sebelumnya, titik pokok dari kegiatan matematik berawal dari Mesir ke Yunani kemudian Roma, India, dan akhirnya masuk ke Arab. Baru kemudian di sekitar abad ke-13, angka yang bentuk dasarnya berawal dari alphabet Arab diterapkan ke dalam sistem alphabet Latin.


GOTHIC
Titik puncak dari periode Gothicberlangsung antara abad ke-12 hingga abad ke-15 yang dimotori oleh para humanis Itali di jaman Renaissance. Periode Gothic ditandai dengan dimunculkannya kembali elemen-elemen klasik ke dalam perbendaharaan visual.
Ciri dari huruf Gothic adalah dominasi garis-garis vertikal yang sangat kuat serta penggunaan ornament-ornamen pada huruf inisial. Tulisan bergaya Gothic secara umum sangat dekoratif serta sukar dibaca. Ini merupakan contoh dari peranan nilai estetik yang lebih dominan dibanding nilai fungsionalnya, seperti terlihat dari penamaan untuk salah satu huruf Gothic yang disebut Textura.

RENAISSANCE
Dalam dunia seni, periode Renaissance ditandai dengan kembalinya komponen klasik di berbagai media. Kata Renaissance berarti lahir kembali. Dalam dunia desain grafis lahirnya kembali kesusasteraan klasik dikaitkan erat dengan pendekatan-pendekatan yang inovatif terhadap desain-desain buku yang mencakup rancangan huruf, tata letak, ilustrasi gambar, serta ornamen.

Pada periode Renaissance alphabet latin yang dalam bentuk Square Capitals, menjadi subjek analisis para seniman dan ahli matematik. Mereka tidak menciptakan bentuk-bentuk huruf, namun lebih kepada penemuan prinsip konstruksi huruf yang dapat menjadi referensi penting bagi para perancang atau penyalin huruf. Pada tahun 1463, Felice Feliciano merancang Alphabetum Romanum, sebuah pola konstruksi huruf dengan menggunakan bentuk bujur sangkar yang di dalamnya terdapat sebuah lingkaran yang beraksis pada persilangan dua garis diagonal. Pola konstruksi ini dapat mengontrol setiap pengembangan komponen pada huruf yang keseluruhannya berbasis pada bentuk-bentuk geometrik.

ROMAN SQUARE CAPITALS,ROMAN SCRIPTS,UNCIAL SCRIPT,HALF-UNCIAL SCRIPTS

ROMAN SQUARE CAPITALS

Bangsa Romawi dalam masa kejayaannya banyak membuat bangunan arsitektural berupa monument-monumen yang berukirkan huruf-huruf. Ukiran huruf pada sebuah monument memiliki keindahan rupa serta proporsi bentuk yang sangat baik. Garis-garis sederhana yang terdapat pada bangunan Capitalis Monumentalisterdiri dari garis tipis-tebal yang terstruktur dari bentuk geometric seperti kotak, segitiga, dan lngkaran. Huruf-huruf ini dikenal sebagai jenis Square Capitals dan merupakan cikal bakal dari huruf kapital yang digunakan sekarang.

ROMAN SCRIPTS
Salah satu gaya Roman Scripts yang teramat penting adalah Capitalis Quadrata yang banyak digunakan pada abad ke-2 hingga abad ke-5. Huruf ini dibuat dengan pena berujung datar, yang merupakan versi kaligrafi dari Square Capitals. Huruf ini banyak digunakan untuk naskah-naskah penting dan judul buku. Kontras yang kuat antara ketebalan strokes yang satu dengan yang lain merupakan cirri fisik dari huruf-huruf Roman Scripts.

UNCIAL SCRIPT
Runtuhnya kerajaaan Romawi  pada abad ke-3 menyebabkan terbelahnya kerajaan Romawi menjadi dua wilayah, bagian timur dengan peradaban Byzantium yang mapan dengan ibukotanya Constantinopel dan bagian barat terpecah menjadi berbagai perkampungan kecil yang peradabannya hampir punah. Pada abad pertengahan ini (Medieval Era), sebagian besar masyarakat hidup dalam kemiskinan, buta huruf, perdagangan lumpuh dan muncul feodalisme.
Walaupun Medieval Era sering disebut sebagai abad kegelapan (The Dark Ages) namun kegiatan perancangan huruf tidaklah terhenti, terutama untuk kepentingan pembuatan buku-buku. Pada masa itu, biara-biara umat Nasrani menjadi pusat kegiatan pendidikandan kebudayaan. Penyelamatan tulisan dan naskah-naskah yang bernuansa keagamaan merupakan sumber inspirasi serta motivasi utama dalam pengadaan dan pengembangan pembuatan buku-buku.
Pada periode ini lahir  bentuk dan gaya huruf Uncial Scripts dan Half Uncial Scripts. Kedua huruf ini banyak sekali digunakan oleh gereja-gereja pada abad ke-5 sampai dengan abad ke-9, hingga huruf-huruf ini memiliki citra yang kuat sebagai ‘huruf gereja’. Alasan diciptakan gaya huruf ini karena huruf-huruf Roman sudah terlalu banyak digunakan pada masa-masa sebelumnya. Kata Uncial berasal dari satuan ukuran tinggi (inch) bangsa Romawi yang disebut Uncia.

HALF-UNCIAL SCRIPTS

Half-Uncial Scriptsatau juga sering disebut Semi-Uncial Scripts merupakan bentuk asli (prototype) dari huruf kecil, yang tampil hampir bersamaan dengan Uncial Scripts di sekitar abad ke-4. Para penyalin huruf banyak menggunakan huruf ini untuk membuat catatan-catatan pendek yang biasanya dituliskan pada tepi sebuah naskah. Ukuran tinggi Half-Uncial Scripts adalah setengah dari Uncial Scripts dengan memberikan banyak tekanan pada ascender dan descender.

Perkembangan Huruf

Perjalanan desain dan gaya huruf latin mulai diterapkan pada awal masa kejayaan kerajaan Romawi. Dalam sejarah perkembangan tipografi lahirnya desain dan gaya huruf banyak dipengaruhi oleh faktor budaya serta teknik pembuatannya.
Kejayaan kerajaan Romawi  di abad pertama yang berhasil menaklukan Yunani, membawa peradaban baru dalam sejarah Barat dengan diadaptasikanya kesusasteraan, kesenian, agama, serta alphabet Latin yang dibawa dari Yunani. Pada awalnya alphabet Latin hanya terdiri dari 21 huruf : A, B, C, D, E, F, G, H, I, K, L, M, N, O, P, Q, R,S, T, V, dan X, kemudian huruf Y dan Z  ditambahkan dalam alphabet Latin untuk mengakomodasi kata yang berasal dari bahasa Yunani.


Tiga huruf tambahan J, U dan W dimasukkan pada abad pertengahan, sehingga jumlah keseluruhan alphabet Latin menjadi 26. 

Sejarah Tipografi

Bangsa Afrika dan Eropa mengawali pada tahun 35000-4000 sebelum Masehi dengan membuat lukisan di dinding gua sebagai salah satu sarana utama dalam uatu komunitas, baik sebagai media untuk mentransmisikan informasi maupun media untuk kegiatan ritual. Sekitar tahun 3100 SM, bangsa Mesir menggunakan 

pictograph  sebagai simbol-simbol yang menggambarkan sebuah objek. Komunikasi dengan menggunakan gambar berkembang dari  pictograph  hingga   Pengolahan Citra Digital Semester 1 ideograph, berupa simbol-simbol yang merepresentasikan gagasan yang lebih 
kompleks. 

Manusia telah mengupayakan berbagai cara terbaik untuk dapat berkomunikasi lewat tulisan, melalui penggunaan berbagai perangkat dan media. Abad ke-7 Cina menemukan teknik cetak timbul dengan menggunakan tinta. Awal milenium kedua di Eropa lahir huruf  Blackletter Script, berupa huruf kecil yang dibuat dengan bentuk tipis-tebal dan ramping, sehingga huruf-huruf tersebut dapat dituliskan dalam jumlah yang lebih banyak di atas satu halaman buku. Penemuan mesin cetak dengansistem movable type  pada tahun 1450 oleh Johann Gensfleisch zum Gutenberg dari Jerman, telah membawa banyak perubahan yang pesat dalam sejarah tipografi, terutama dalam teknik pencetakan, pengukuran, serta produksi. Pencetakan dengan  movable type digunakan hampir selama 400 tahun dengan berbagai macam penyempurnaan. Tahun 1886 Ottmarr Mergenthaler, dari Jerman menemukan mesin  typecasting yang cara kerjanya adalah dengan cara memasangkan sejumlah huruf yang disusun per baris (linecasting). Mesin ini disebut Lynotype.  

Generasi selanjutnya dari teknologi  typecasting  adalah  phototypesetting  yang menggunakan proses film sebelum naskah ditransfer ke lempeng cetakan. Mesin ini dibuat oleh Herman Freud tahun 1946 di Jerman. Perkembangan selanjutnya teknik pra-cetak analog yang menggunakan lempengan (plate) sedikit demi sedikit mulai tergeser oleh teknik pra-cetak digital (digital pre-press). 

Perambahan teknologi digital dalam dunia tipografi dimulai pada tahun 1973 oleh perusahaan bernama IKARUS. Teknologi ini  berfungsi untuk membuat huruf digital sehingga dapat digunakan dalam sistem komputer. Setiap huruf disimpan dalam data elektronik dengan berbagai perintah yang dapat mengaktifkan komputer  dalam kalkulasi setiap garis ataupun ruang dalam huruf. 

Tahun 1984  Adobe Systems merilis  PostScript Font  dan di tahun 1991 Apple Computer dan Microsoft Corporation mengeluarkan  TrueType Font.  PostScript Font dan TrueType Font adalah huruf elektronik atau sering disebut font.  Hadirnya beragam jenis personal komputer dan  perangkat lunak yang semakin canggih, serta meningkatnya apresiasi para perancang grafis dan masyarakat 
umum, merupakan penyebab tejadinya lonjakan kebutuhan terhadap huruf digital. Hanya dengan sebuah personal komputer perancang huruf  (type designer  ) dapat merancang berbagai macam jenis huruf baru dengan waktu yang lebih singkat. 

Fungsi Tipografi

Fungsi utama dari tipografi ialah membuat teks menjadi berguna dan mudah digunakan. Artinya tipografi berbicara tentang  kemudahan membaca teks (readability) dan kemudahan mengenali setiap huruf dan kata (legibility). 


Readability dipengaruhi oleh : 

  • Jenis huruf 
  • Ukuran 
  • Pengaturan, termasuk di dalamnya alur, spasi, perataan dan sebagainya. 
  • Kontras warna terhadap latar belakang. 


Sedangkan legibility ditentukan oleh : 
  • Kerumitan desain huruf, seperti penggunaan serif, kontras stroke, dan 


sebagainya. 
  • Penggunaan warna 
  • Frekuensi pengamat menemui huruf dalam kehidupan sehari-hari. 

Senin, 03 Oktober 2016

5 software pengolah video

5 Software Pengolah Video grafis

1. Windows Movie makermovie maker

Movie maker  merupakan editor video bawaan Windows XP. Namun, saat Microsoft meluncurkan Windows Vista dan Windows 7, Microsoft sudah tidak menyertakan Movie maker lagi. Software ini memiliki fitur drag dan drop untuk membuat dan mengedit video Anda lebih mudah. Anda bisa memotong bagian yang tidak dibutuhkan dari video, menambahkan efek trasnsisi, mengubah ke slowmotion, menambah judul atau teks dan masih banyak lagi. Meskipun tampilannya cukup sederhana, namun movie maker mampu membuat video Anda tampil lebih cantik. Ini adalah salah satu software edit video gratis terbaik yang layak Anda coba.

2. Video Pad

VideoPad
Software ini memiliki fitur fitur standart video editor. Namun, ada kelebihan dari software ini yang jarang dimiliki video editor lainnya. Video editor ini mampu mengedit video berkestensi .3gp yang umumnya output-an dari HandPhone. Selain kelebihan tersebut, software ini mampu mengedit dari camcorder manapun. VideoPad juga menyediakan lebih dari 50 visual dan transisi efek untuk menambah sentuhan ke video Anda.

3. Avidemux

Avidemux
Avidemux merupakan software pengolah video yang menawarkan solusi cepat memotong gambar. Software ini juga bisa digunakan pada berbagai macamplatform sistem operasi. Selain sebagai video editor, Avidemux juga bisa dimanfaatkam sebagai converter. software ini juga bisa digunakan sebagai untuk mengubah file video ke format DVD agar berkompatibel dengan perangkat DVD Player. Bagi Anda pemilik perangkat Apple seperti iPad, iPod touch, atau iPhone bisa memanfaatkan aplikasi ini agar file video yang ada kompatibel dengan gadget tersebut.

4. VideoSpin

VideoSpin
VideoSpin merupakan video editor besutan Pinnacle ini dirancang untuk memudahkan pengguna berbagi cepat ke media.  Dengan software ini Anda bisa langsung men-upload video yang sudah di edit ke Youtube dengan cepat. Anda hanya perlu menuliskan rincian login Anda, judul video, deskripsi, selebihnya VideoSpin akan mengurusnya. VideoSpin juga tidak membatasi ukuran file, hal itu sangat penting bagi Anda yang membutuhkan video berdurasi panjang atau video berkualitas tinggi.

5. Avid Free DV

Software Avid Free Dv ini agak sulit digunakan bagi Anda yang baru belajar editing video. Namun, sangat bagus hasilnya jika Anda sudah mampu menguasainya. Software ini kompatibel untuk sistem operasi Windows dan Mac OS.

Pengertian Tipografi

Secara etimologi, tipografi/typographyberasal dari bahasa Yunani. Typosberarti bentuk, dan Graphein berarti menulis.

Tipografi adalah ilmu yang mempelajari tentang seni dan desain huruf (termasuk simbol) dalam aplikasinya untuk media komunikasi visual melalui metode penataan layout, bentuk, ukuran dan sifatnya sehingga pesan yang akan disampaikan sesuai dengan yang diharapkan.

Secara modern, tipografi berkaitan dengan penataan huruf pada media elektronik, baik dari segi tampilan maupun output ke berbagai media cetak.
Sedangkan secara tradisional, tipografi berkaitan dengan penataan huruf melalui media manual berupa lempeng baja yang timbul atau karet (stempel) yang timbul yang berkenaan dengan tinta dan akan dituangkan ke permukaan kertas.

Ilmu tipografi digunakan pada banyak bidang diantaranya desain grafis, desain web, percetakan, majalah, desain produk dan sebagainya.

Tipografi memegang peranan penting dalam segala hal yang berkenaan dengan penyampaian bahasa non verbal (menggunakan tulisan) dalam segala bentuk publikasi karena kita harus tahu berapa ukuran tulisan yang akan kita gunakan, efek dan bentuk yang akan kita tampilkan sehingga muatan emosi dan sifat dari pesan yang muncul sesuai dengan tujuan komunikasi yang ingin kita tampilkan kepada publik.

Sebagai contoh, dalam bahasa verbal, tidak mungkin orang berteriak dengan bentakan untuk merayu/membujuk seseorang sehingga menuruti atau memahami kemauannya. Begitu juga dalam tipografi, tidak mungkin membuat tulisan dengan bentuk tegas dan keras (seperti larangan atau bentakan emosi) untuk publikasi yang bersifat membujuk atau menawarkan sesuatu produk atau jasa..

5 Youtuber Gamer Indonesia

  1. Ria Ricis Channel Youtube Ria Ricis merupakan channel Youtube dengan subscriber terbanyak di Indonesia, yakni mencapai 28,7 juta subscr...